JURU KUNCI MUSIUM UTAMA KERATON
SUMENEP
YANG KE-VII,VIII
Sejarah :
Kerto sentono (puluhan minggir
yogyakarta) bagian dari musuh-musuh belanda. Kerto Sentono pernah menyerahkan
diri pada belanda di karnakan kedua anaknya yang tersayang (Wongso Sentono dan Wongso
Hikromo) yang masih kecil ditawan/disandra belanda dan akan dibunuh keduanya
jika Kerto Sentono (ayahnya) tidak mau menyerahkan diri pada belanda. Demi
menyelamatkan kedua anaknya yang tersayang Kerto Sentono terpaksa bersedia
menyerahkan diri untuk ditangkap belanda, untunglah belanda tidak ingkar janji.
Setelah Kerto Sentono menyerahkan diri, kedua anaknya dilepas oleh belanda,
kemudian oleh Kerto Sentono kedua
anaknya disuruh pergi sejauh - jauhnya. Dalam keadaan terbelenggu Kerto Sentono
ditembaki oleh pasukan belanda, tetapi tidak satupun peluru yang dapat
menembusnya. Kerto Sentono dengan kesaktiannya dapat merontokkan belenggu
belanda. Dengan terpaksa Kerto Sentono menghabisi seluruh belanda yang telah mengancam
jiwanya.Akhirnya kerto sentono selamat kemudian mencari kedua anaknya hingga
dapat ditemukan.
Wongso Hikromo (adik Wongso sentono) urbanisasi ke dusun
Kaliasin Kelurahan Duren Sawit Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Wongso Hikeromo adalah anak dari Kerto Sentono. Di dusun tersebut melakukan
aktifitas sehari-hari sebagai tukang suwuk untuk keluarga dan ternak sapi. Ada
kejadian yang aneh ketika kandang sapi doyong, tiyang kandang sapi di cungkit pakai tumbak Sedah,ujung tumbak Sedah
gimpil, dan seketika itu kandang sapinya terbakar
Wongso Hinangun adalah anak dari
wongso hikromo. Wongso Hinangun pada masa Jepang menjabat sebagai Tonarigumi II
menggantikan anaknya yaitu Moegi Jono (Tonarigumi
I) karena Moegi Jono diangkat sebagai Pagar Praja. Pada masa Tonarigumi II
ini belanda mengalami kekalahan oleh
Jepang, ada beberapa pasukan belanda yang mencoba untuk bertahan tetapi tidak
berhasil, sehingga terpaksa melarikan diri. Dalam pelarian Ada sebagian belanda
yang lewat depan rumah Wongso Hinangun sambil melakukan
penembakan terhadap Wongso Hinangun dan anak-anaknya, tetapi tidak ada satupun
peluru yang mengenai Wongso Hinangun dan anak-anaknya.
Moegi Jono adalah anak pertama dari
wongso hinangun yang juga sebagai cicit kertosentono.
Jenjang karir :
Kemudian juru kunci musium utama kraton sumenep diteruskan anak yang pertama yang bernama asmadi
- Pejuang tahun 1945.pernah dikirim ke singapur kembali ke indonesia kena tembak, tetapi tidak apa apa
- pernah menjadi sebagai tonarigumi kaliasin ke I
- diangkat polisi pagar peraja di kecamtan tempel kab. Sleman yogyakarta tanggal 01 juli 1950
- tangal 1 juli 1954 sebagai polisi pagar praja profinsi jawa timur di pulau madura kab. Sumenep
- menjadi juru kunci keraton sumenep tahun 1963 sampai tangggal 16 maret 2004
Kemudian juru kunci musium utama kraton sumenep diteruskan anak yang pertama yang bernama asmadi
Asmadi
adalah anak dari moegi jono (jurukunci keraton sumenep)
jenjang karir : 1. PNS
staf camat dungkek kab. Sumenep
2. juru kunci keraton
sumenep tanggal 01 april 2004 sampai akhir hidupnya nanti.
SILSILAH DARI KERATON YOGYAKARTA DAN HUBUNGANNYA
DENGAN SUMENEP
KERAJAAN YOGYAKARTA
SRI SULTAN HB
1 (MANGKU BUMI)
Dinobatkan sebagai pahlawan nasional RI,10 November 2006
TUNGGUL WULUNG (Tunggul Kusumo adalah kakak darin sundoro yang
JATI KUSUMO MAKAM DI PRAPAT WETAN PULUHAN
REKSO MENGGOLO MAKAM DI PULUHAN
T. TIRTONOTO MAKAM DI PULUHAN
KERTO SENTONO MAKAM DI PULUHAN
WONGSO HIKROMO MAKAM DI KALIASIN
WONGSO HINANGUN
MAKAM DI KALIASIN
MOEGI
JONO MAKAM DI SUMENEP
ASMADI (JURUKUNCI KERATON SUMENEP)
EKO (TNI AD)
Hubungan keraton yogyakarta dengan
Sumenep
Cucu Sri Sultan HB III yaitu anak
Pangeran Diponegoro diasingkan ke sumenep oleh Belanda dan berkeluarga hingga punya anak laki-kali
yg namanya sama dengan P.Diponegoro (kakeknya) Cucu P.
Diponegoro dimakamkan di Asta Tinggi sumenep. Keluarga cucu sri Sultan HB III masih saudara tunggul kusumo.